Selasa, 31 Januari 2012

Siapa Allah? [Who is Allah?]

What do Muslims believe about Allah? Who is Allah??
1. He is the one God, Who has no partner. 
2. Nothing is like Him. He is the Creator, not created, nor a part of His creation. 
3. He is All-Powerful, absolutely Just. 
4. There is no other entity in the entire universe worthy of worship besides Him. 
5. He is First, Last, and Everlasting; He was when nothing was, and will be when nothing else remains. 
6. He is the All-Knowing, and All-Merciful,the Supreme, the Sovereign. 
7. It is only He Who is capable of granting life to anything. 
8. He sent His Messengers (peace be upon them) to guide all of mankind. 
9. He sent Muhammad (peace be upon him) as the last Prophet and Messenger for all mankind
10. His book is the Holy Qur'an, the only authentic revealed book in the world that has been kept without change. 
11. Allah knows what is in our hearts. 

PROPHET FAMILIY TREE

KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJUD [VIRTUE OF TAHAJUD PRAYER]

KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD


tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasullullah SAW suatu hari bersabda :"Barang siapa yang mengerjakan shalat tahajud dengan sebaik-baiknya dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 di akhirat.


5 keutamaan didunia ialah:
1. akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya
3. akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama. 


sedangkan 4 keutamaan diakhirat yaitu:
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat , seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.  





SHALAWAT UNTUK SEGALA HAJAT

Setiap kehidupan manusia yang berkeyakinan dengan agamanya tidak akan pernah bisa lepas dengan ibadah kepada Alloh Swt, karena Allah Ta’ala tidak menciptakan jin dan manusia kecuali mereka supaya menyembah-Nya. Setiap detik kehidupan manusia tidak cukup hanya dengan ikhtiar tetapi harus selalu di barengi dengan ibadah dan doa-doa yang ia panjatkan selalu kepada Tuhan Semesta Alam. Kenapa harus dengan ibadah!… karena ibadah adalah bagian dari dzikir, dan dzikir kepada Alloh Swt itu bisa menenangkan hati “alaa bidzikrillahi tathma’innul-quluub” .Setiap manusia yang selalu berdzikir kepada Allah Swt. Maka setiap tindakannya akan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah Swt. Dia akan menurunkan curahan rahmat, menurunkan ketenangan, memberikan ampunan bahkan yang lebih nikmat adalah selalu di ingat oleh-Nya di setiap keadaan. Setiap tindakan atau ikhtiar manusia tidak akan pernah mulus/sukses selamanya, terkadang banyak hambatan atau gangguan, sehingga manusia menjadi pusing atau setres. Ingat!!!… untuk menghilangkannya jangan di lampiaskan kepada sesuatu yang buruk tetapi pasrahkanlah kepada Alloh SWT. dengan sujud beribadah kepada-Nya.

Kamis, 08 Desember 2011

Feminisme

Feminisme : Dekonstruksi Emansipatoris Feminisme, Dunia Di Tangan Wanita

Woman was made from the rib of man.

She was not created from his head to top him, nor from his feet to be stepped upon.

She was made from his side to be close to him, from his beneath his arm to be protected by him, near his heart to be loved by him.

-Anonymous-


Ranah hubungan internasional merupakan kondisi yang begitu kompleks dimana banyak sekali fenomena-fenomena yang dapat dikategorikan sebagai hubungan antar negara. Negara-negara diangap sebagai aktor begitu dominan dan memainkan peran sentral dalam hubungan internasional menurut perspektif realisme. Menurut pandangan realisme, negara akan menjunjung tinggi kepentingannya dan tidak akan segan mempertahankannya dengan cara berkonflik sekalipun. Adanya negara yang secara struktural dominan dalam hubungan internasional ini kemudian membuat peran wanita termarginalkan. Hal ini terjadi karena individu yang memegang kendali di balik negara adalah pada umumnya kaum pria. Hal ini lah yang kemudian membuat feminisme berkembang menjadi suatu paham dan bahkan gerakan yang secara perlahan mengubah struktur sistemik dari sistem dunia pada era kontemporer. Peran dan kesempatan bagi wanita dalam berbagai posisi karir dan jabatan semakin luas oleh karena pertimbangan emansipasi wanita ini.

Strategi dan Taktik Negosiasi Integratif

Strategi dan Taktik Negosiasi Integratif

Negosiasi adalah bentuk kegiatan yang kerap dilakukan dalam semua level kehidupan. Berdasarkan cara mencapai keputusan dan pemenuhan kepentingannya, ada dua macam negosiasi yaitu distributive negotiation dan integrative negotiation. Distributive negotiation lebih akrab dikenal sebagai negosiasi yang bersifat win-lose atau zero sum sedangkan integrative negotiation dikenal sebagai negosiasi yang bersifat win-win. Harvard Business Essentials (2003) memaknai negosiasi integratif sebagai proses negosiasi dimana pihak-pihak yang terlibat mengintegrasikan kepentingan-kepentingan yang dimiliki untuk dapat memperoleh hasil yang menguntungkan kedua belah pihak. Ada beberapa ciri yang membedakan negosiasi integratif dengan negosiasi distributif yang diantaranya adalah sebagai berikut :

• fokus terhadap persamaan dibandingkan perbedaan;

• mengedepankan kebutuhan dan kepentingan, bukan posisi;

• berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari seluruh pihak yang terlibat;

• pertukaran informasi dan ide antar negosiator;

Konsep-konsep dasar negosiasi

Konsep-Konsep Dasar Negosiasi : Negosiasi Distributif dan Negosiasi Integratif

Negosiasi merupakan salah satu aspek dalam diplomasi yang sering kali dilakukan dalam upaya mencapai kepentingan yang diusung. Negosiasi dilakukan jika ada konflik dari dua pihak atau lebih yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan sebuah solusi namun solusi tersebut belum ditemukan. Jadi negosiasi dilakukan untuk menemukan sebuah kesepakatan yang menjadi solusi atas suatu konflik. Dalam hal bagaimana kesepakatan terbentuk, ada dua jenis negosiasi. Yang pertama adalah Distributive Negotiation yang dideskripsikan sebagai negosiasi antara dua pihak dimana masing-masing pihak memiliki fixed value yang saling dipersaingkan. Setiap pihak akan bersaing untuk mendapatkan keuntungan lebih. Setiap keuntungan bagi satu pihak, merupakan kerugian bagi pihak lain. Jadi, jika kesepakatan tercapai, ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan atau dikorbankan kepentingannya. Istilah zero sum atau win-lose juga dapat digunakan untuk menggambarkan negosiasi jenis ini (Harvard Business Essentials, 2003). Dalam negosiasi jenis ini, reputasi atau relationship dari pihak-pihak yang terlibat negosiasi tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap jalannya negosiasi karena masing-masing pihak akan berusaha untuk mendapatkan value semaksimal mungkin. Contoh dari negosiasi ini adalah ketika Indonesia bersengketa dengan Malaysia soal kepemilikan pulau Sipadan dan Ligitan yang akhirnya diajukan ke Mahkamah Internasional. Malaysia mendapatkan keuntungan karena berhasil mendapatkan Sipadan dan Ligitan dan Indonesia akhirnya harus merugi. Dalam menjalankan distributive negotiation, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat menjalankan negosiasi dengan sukses. Informasi menjadi hal yang sangat penting apalagi informasi mengenai pihak lawan negosiasi. Pembocoran informasi kepada pihak lawan merupakan suatu hal yang harus dihindari karena hal tersebut akan menjadi sangat merugikan. Informasi yang diperoleh digunakan untuk menentukan tawaran pertama yang harus dilakukan secara proporsional.